Tamu |
|
|
Pencarian |
|
|
Top Downloads |
|
|
Administrator |
|
|
|
|
KIRIMAN TERBARU PENGUNJUNG FORUM SADURANGAS
|
|
|
 |
Berita: Sektor Perkebunan Kelapa Sawit Masih menjadi Sektor Andalan |
|
![[Picture]](fhoto_berita/sawit.gif) Setidaknya Kabupaten Paser memiliki tiga aktor utama yang mengusahakan di sektor perkebunan, yaitu; pertama, perusahaan Negara/PTPN XIII dengan komoditas kelapa sawit seluas 13.526 hektar, dan komoditas karet seluas 399 hektar, kedua, perusahaan swasta, dengan kelapa sawit seluas 14.798 Hektar, karet seluas 210 hektar, dan kakao seluas 200 hektar, dan yang terakhir adalah Perkebunan rakyat mencakup kelapa sawit seluas 36.144 hektar, karet 4.160 hektar, dan kakao seluas 694 hektar. Sisa areal yang belum dikategorikan milik perkebunan rakyat. Selama kurun waktu 2001-2005, terjadi fluktuasi besarnya hasil produksi pada semua jenis Komoditas, namun secara keseluruhan produksi perkebunan dari semua jenis komoditas mengalami peningkatan rata-rata pertahun sebesar 9,97 %.
|
|
|
|
|
 |
Berita: MENUJU KABUPATEN PASER YANG MAJU DAN MADIRI |
|
Dalam upayanya meningkatkan dan mengembangkan potensi SDM (sumber Daya Manusia), Pemkab Paser mengarahkan pembangunan pendidikan pada peningkatan, pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan bagi peserta didik (usia) wajib belajar) dengan meluncurkan program pendidikan gratis, pemberian beasiswa bagi siswa dan mahasisiwa yang berprestasi dan mengirim putra putri terbaik Paser untuk melanjutkan pendidikan di luar daerah. Hal ini didasari dari cara pandang terhadap keberadaan SDM sebagai penentu keberhasilan pembangunan daerah, maka tidak heran jika peningkatan dan pengembangan SDM menjadi skala prioritas pembangunan Pemkab Paser di tahun 2008. Di tahun anggaran 2008, Pemkab Paser mengalokasikan anggaran sebesar 20 persen lebih untuk sector pendidikan ini, dengan demikian Pemkab Paser berharap mampu menjawab Keluhan masyarakat Kabupaten Paser yang berada di pedesaan tentang minimnya pelayanan atau fasilitas kesehatan dan pendidikan di daerah mereka. Karena di tahun anggaran (TA) 2008 ini Pemkab Paser mulai memprioritaskan pembangunan infrastruktur pendidikan dan kesehatan. Pemkab Paser mengalokasikan anggaran sebesar 20 miliar rupiah lebih guna pembangunan rumah guru dan unit sekolah baru, dan Pemkab Paser juga akan melaksanakan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah dengan anggaran tahap awal mencapai 20 miliar rupiah lebih. Dengan Komitmen tersebut, Pemkab Paser berharap mampu menjawab segala keluhan masyarakat selama ini dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya menyangkut penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan kesehatan di Kabupaten Paser. Pembangunan pendidikan dan kesehatan di tahun 2008, tidak hanya diarahkan untuk perbaikan gedung sekolah dan Puskesmas, oleh Pemkab Paser. Namun juga difokuskan terhadap fasilitas rumah guru dan Puskesmas Pembantu (Pusban) di desa. Dengan kata lain sekolah yang kondisi bangunannya memperihatinkan akan diperbaiki. Dan nantinya, bagi desa-desa yang memerlukan sekolah juga akan dibangunkan, begitu juga dengan fasilitas penunjang lainnya akan mendapat perhatian serius dari Pemkab Paser. Menyangkut minimnya fasilitas pendidikan awal bagi putra putri Kabupaten Paser, Pemkab Paser juga akan merealisasikan kebutuhan tersebut pada TA 2008 ini, Termasuk tenaga-tenaga pengajar pendidikan awal. Program mengirim putra putri terbaik Paser untuk melanjutkan pendidikan di luar daerah juga dilakukan oleh Pemkab Paser, jika ditahun 2006 - 2007 Pemkab telah mengirimkan 757 putraputri terbaik Paser dengan berbagai disiplin ilmu seperti Akademi kebidanan (40 orang), Akademi perawat (40 orang), Pendidikan guru TK (42 orang), program pendidikan vakasional (75 orang), Pendidikan guru SD untuk guru kelas (80 orang), Pendidikan guru SD untuk guru pendidikan jasmani dan kesehatan (80 orang) Pendidikan guru SD untuk guru matematika (50 orang), pendidikan Dai (20 orang), politeknik kesehatran (50 orang), program khusus satu kesehatan masyarakat (40 orang) dan program diploma ke strata satu dan dua sebayak 19 orang.
|
|
|
|
|
 |
Advetorial: Pusat Pengembangan Tanaman Jeruk di Desa Kasungai |
|
Pemkab Paser melalui Dinas Pertanian tanaman Pangan, saat ini tengah Mengembangkan tanaman jenis jeruk diareal seluas 40 Ha, di desa Kasungai, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser. Ditunjuknya Desa Kasungai, karena Kasungai dianggap memiliki lahan yang cukup potensial untuk dikembangkannya tanaman jenis jeruk. Selain itu desa Kasungai, merupakan desa yang relatif mudah dijangkau. Ditunjuknya Desa Kasungai sebagai daerah pengembangan tanaman Jeruk tersebut, mendapat respon positif dan pujian dari Direktur Pengolahan Lahan dan air (PLA) DR, Ir, Eri Sopriadi. Melihat letak geografis yang ideal DR. Ir, Eri Sopriadi merasa sangat Optimis melihat lahan yang membentang luas serta Ir, Eri Sopriadi memuji semangat Para Petani yang telah menyiapkan lahan awal seluas 10 Ha, dimana sekitarareal tersebut dialiri air yang jernih sebagai material untuk penyiram apabila musim panas tiba.
|
|
|
|
|
 |
Berita: BERDAYAKAN DESA SEBAGAI SENTRA PENGEMBANGAN AGRIBISNIS |
|
“Pembangunan Masyarakat Desa menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan yang sedang dilakukan oleh suatu Negara atau suatu Pemerintahan.” Falsafah inilah yang kemudian memacu Pemkab Paser dibawah komando HM Ridwan Suwidi untuk memberi porsi lebih kepada pemberdayaan peran desa dalam pembangunan yang tengah ia jalankan. Pembangunan desa yang diarahkan pada pengembangan sektor agribisnis dan diselaraskan dengan potensi dan kebutuhan masing-masing desa, merupakan salah satu model pembangunan yang coba di implementasikan Pemkab Paser dalam memacu roda perekonomian masyarakat desa. Pengembangan sektor Pertanian dalam arti luas, menjadi pondasi utama mewujudkan desa sebagai sentra pengembangan agribisnis. Sub sektor Perkebunan dan Pertanian Tanaman Pangan menjadi pilihan utama Ridwan Suwidi dalam memberdayakan desa-desa yang ada di Kabupaten Paser, disamping Sub sektor Peternakan dan sub sektor Perikanan dan Kelautan. Dipilihnya Sub sektor Perkebunan dan Pertanian Tanaman Pangan menjadi pilihan utama Pemkab Paser, untuk dikembangkan lebih dikarenakan sebagian besar mata pencaharian rakyat Kabupaten Paser bergantung pada sub sektor tersebut.
|
|
|
|
|
 |
Berita: PMS SEMUNTAI SALURKAN COMDEV |
|
Sebagai persahaan perkebunan terbesar di Kaltim, PTP Nusantara XIII cukup intensif memberikan pembinaan terhadap petani kebun Kelapa Sawit yang menjadi binaannya maupun masyarakat sekitar wilayah kerjanya, PMS Samuntai yang merupakan bagian dari unit kerja PTP Nusantara XIII di Kabupaten Paser baru-baru ini menyalurkan dana Comdev nya kepada 3 kelompok Nelayan Tradisional yang ada di Kecamatan Longikis dan kecamatan Kuaro. Info Kaltim / sadurangas - PTP Nusantara XIII merupakan penggabungan dari proyek pengembangan 8 (delapan) PTP yaitu PTP VI, VII,XII, X1II, XXXIV-V, XXVI dan XXIX yang semuanya berlokasi di Kalimantan, sedangkan yang berada di Kalimantan Timur, Kabupaten Paser khususnya terdiri atas 6 unit kerja. Ke enam unit kerja tersebut antara lain unit kerja Kebun Jati, Kebun Tabra, PMS Long Pinang, PMS Semuntai dan PMS Longkali. Sebagai persahaan perkebunan terbesar, PTP Nusantara XIII juga menyalurkan dana Community Development atau sering disebut dengan dana Comdev atau CD. Masing-masing unit kerja PTP Nusantara XIII, sedianya telah mengalokasikan dana Comdev yang diperuntukan guna pembinaan bagi masyarakat yang berada dilingkungan kerja perusahaan dan masyarakat petani kebun yang menjadi binaan PTP Nusantara XIII. Beberapa waktu lalu PMS Semuntai menyerahkan 21 unit mesin ketinting temple 5,5 PK kepada 3 kelompok Nelayan Tradisional yang berada di kecamatan Longikis dan Kecamatan Kuaro, tepatnya kelompok Nelayan Tradisional yang berada desa Semuntai dan desa Sandeley, sebagai salah satu bentuk Comdev yang disalurkan kepada masyarakat..
|
|
|
|
|
|
|